Showing posts with label Ubi jalar. Show all posts
Showing posts with label Ubi jalar. Show all posts

Tuesday, October 20, 2015

CHIFFON CAKE UBI UNGU



Bismillahirohmanirohim.
Dirumah saya selalu nyetok ubi ungu dan labu kuning yang sudah dikukus terus dihaluskan dan disimpan difreezer, dikemas 200 gram tiap plastiknya. Jadi klo mau pake tinggal ambil seperlunya terus ditawing aja. Rencananya pengen bikin kue talam, kangen pengen ngemil kue basah yang legit, lembut dan bersantan. Hmm... kebayang deh enaknya itu kue talam. Tapi rencana tinggal rencana, soalnya waktu ditanya anak-anak gak suka kue talam dan mereka lebih milih cake ketimbang kue tradisional. yo wes lah...  ngikutin kesukaan anak-anak aja daripada nanti nggak ada yang makan. Karena kakak sama ade suka cake yang lembut dan ringan jadi saya buatkan chifffon cake aja. Setelah googling saya tertarik resep chiffon ubi ungu dari vemale.com  bahan-bahannya simpel, praktis dan hemat telur. Hasilnya pun memuaskan teksturnya ringan khas chiffon, berasa ubi ungunya dan manisnya pas.





Bahan I :
100 gram ubi ungu, kukus dan haluskan
125 gram tepung terigu protein sedang
100 ml susu cair
75 gram gula pasir
50 gram minyak goreng
5 butir kuning telur
Sedikit garam
8 tetes pewarna makanan ungu

Bahan II :
75 gram gula pasir
6 butir putih telur (saya pakai 5 butir)
1 sdt air jeruk nipis

Cara Membuat :
  1. Blender ubi ungu yang telah dihaluskan dengan susu cair dan pewarna ungu. Tambahkan minyak goreng dan kuning telur, blender lagi sampai tercampur rata. Tuang dalam wadah.
  2. Masukkan tepung terigu, garam dan gula pasir sedikit-demi sedikit ke dalam adonan ubi ungu, aduk rata.
  3. Kocok putih telur dan air jeruk nipis menggunakan mixer hingga setengah mengembang lalu tambahkan gula pasir pada bahan II hingga mengembang dan soft peak.
  4. Tuang campuran bahan II yang telah mengembang ke dalam adonan I sedikit demi sedikit hingga tercampur rata.
  5. Tuang adonan ke dalam loyang chiffon dengan diameter 20 cm tanpa dioles apapun. Panggang selama 45-60 menit dengan suhu 180'C hingga matang.
  6. Angkat chiffon balikan loyang dan biarkan hingga dingin. Setelah dingin keluarkan dari cetakan.





Thursday, November 20, 2014

KUE LAPIS BERAS UBI UNGU



Sudah lama saya bookmark resep lapis beras yang menggunakan ubi ungu kukus ini, tapi masih belum kesampaian juga. Nah... begitu punya stok ubi ungu langsung saya buat kue lapis ini. Resep aslinya dari majalah Sedap yang saya lihat dari blog mba Hesti. Ini pertama kalinya saya membuat kue lapis. Ternyata... bener-bener harus sabar yaa dan yang pasti harus betah berlama-lama didepan kompor. Loh kok gitu? ya iyalah kan setiap lima menit sekali harus menuang adonan sampai berlapis-lapis. Kalau saya termasuk kurang sabar untuk membuat kue seperti ini, terlihat dari hasil kue lapis yang saya buat ini. Ukuran setiap lapisan kuenya berbeda-beda besarnya dan teksturnya pun kurang mulus, ini karena kue masih panas sudah saya potong jadi masih basah dan lengket. Selain membuat di loyang besar saya juga membuat kue lapis yang menggunakan loyang muffin satuan. Sayang lapisannya kurang jelas dan warnanya pun jadi kurang menarik, jadi sesuaikan saja warnanya sesuai selera tidak mutlak harus sesuai dengan resep yang ada.





KUE LAPIS BERAS UBI UNGU

Bahan :
250 gr tepung beras
100 gr tepung sagu
1 liter santan dari 1 1/2 butir kelapa
2 lembar daun pandan
1 sdt garam
250 gr ubi ungu, kukus, haluskan
300 gr gula pasir
1/4 sdt vanili bubuk
10 tetes pewarna ungu
5 tetes pewarna merah muda

Cara membuat :
  1. Didihkan santan, daun pandan dan garam. Diamkan hingga hangat. Tambahkan ubi kukus, blender sampai halus.
  2. Aduk tepung beras, tepung sagu, gula pasir dan vanili. Tuang campuran santan dan ubi sedikit sedikit sambil diaduk hingga rata.
  3. Ambil 1/3 bagian. Tambahkan pewarna merah muda, aduk rata. Sisanya tambahkan warna ungu, aduk rata.
  4. Tuang satu sendok sayur (150 gr) adonan ungu ke dalam loyang 24x10x7cm yang sudah diolesi minyak. Kukus 5 menit dengan api sedang. 
  5. Tuang setengah sendok sayur (75 gr) adonan merah muda. Kukus dengan api sedang selama 5 menit. Ulangi terus sampai adonan habis.
  6. Terakhir kukus dengan api sedang 30 menit sampai matang.
  7.  Biarkan dingin, lalu potong menggunakan pisau yang diolesi minyak.
Selamat mencoba dan berkreasi dengan kue lapis yaaa.....




    Tuesday, June 24, 2014

    KLEPON UBI UNGU



    Klepon adalah makanan tradisional yang terbuat dari tepung ketan berbentuk bulat dan berisi gula merah serta biasanya bagian luarnya ditaburi parutan kelapa. Ukuran klepon biasanya sebesar biji salak atau bola pingpong serta berwarna hijau muda. Klepon merupakan salah satu dari jajanan pasar yang jadi favorit saya, karena memiliki rasa gurih, manis dan apabila digigit akan keluar gulanya.  Sensasi cara menikmati klepon ini adalah satu biji klepon langsung dimasukan kedalam mulut agar begitu digigit gula merahnya tidak tumpah.



    Masih dalam rangka menghabiskan stok ubi ungu, maka saya membuat klepon dari tepung ketan yang ditambah ubi ungu kukus yang duhaluskan. Selain warnanya menjadi cantik, rasa klepon ini pun lebih lembut dan tidak terlalu kenyal. Puas deh hari ini ngemil klepon buatan sendiri, karena homemade jadi isian gula merahnya pun bisa diisi banyak. Jadi tambah mantap begitu si gula merah muncrat didalam mulut heheee....



    Klepon Ubi Ungu

    Bahan :
    150 gram Tepung Ketan
    150 gram Ubi kukus, haluskan

    Garam secukupnya
    Air secukupnya sampai bisa dipulung
    50 gram Gula Jawa/Merah, iris tipis
    1/2 butir kelapa parut untuk taburan (kukus dengan sedikit garam dan daun pandan)

    Cara Membuat :

    Campur ubi, tepung ketan dan garam aduk rata. 

    Tambahkan air sedikit-sedikit sampai adonan kalis dan dapat dipulung.
    Ambil adonan secukupnya, isi dengan gula jawa/merah, kemudian bulatkan.Panaskan air hingga mendidih, masukkan adonan klepon hingga mengambang dan matang.
    Tiriskan klepon kemudian gulingkan dalam parutan kelapa. Sajikan.

    Selamat mencoba yaa.....




    Wednesday, June 18, 2014

    GANDASTURI UBI



    Gandasturi adalah jajanan tradisional yang terbuat dari kacang hijau yang dihaluskan lalu dilapisi adonan tepung dan digoreng. Di Palembang kue yang satu ini juga dinamai kue kumbu kacang hijau. Gandasturi yang saya buat ini memakai campuran ubi. Resepnya saya lihat dari buku Primarasa Kue Tradisional.

    Dalam resep memakai ubi ungu yang saya ganti dengan ubi jalar putih biasa. Gandasturi memilii tekstur garing dan crispy di luar berpadu dengan gurih dan lembutnya kacang hijau didalam, sedangkan yang saya buat ini bagian luar sudah garing tapi  didalamnya lembek. Sepertinya sewaktu memasak adonan kacang hijau dan ubi saya kurang kering mengolahnya dan kurang kalis, jadi adonan masih basah dan lembek. Next time wajib dicoba lagi gandasturi ubi ini dan memakai ubi ungu seperti resep aslinya agar warnanya pun cantik.



    Gandasturi Ubi
    Bahan :
    200 gr kacang hijau kupas, rendam 1 jam. Tiriskan, kukus sampai matang lalu haluskan.
    200 gr ubi ungu kukus, haluskan. saya pakai ubi putih
    300 ml santan dari 1/2 butir kelapa
    250 gr gula pasir
    1 sdt garam
    1/2 sdt vanili bubuk
    minyak, untuk menggoreng

    Bahan Pencelup : Aduk semua bahan hingga tercampur rata dan licin
    100 gr tepung terigu protein rendah. Saya pakai protein sedang
    1 sdm tepung beras
    225 ml air es
    1/2 sdt garam
    1 sdt gula pasir

    Cara membuat :
    Siapkan wajan, masukkan kacang hijau halus, ubi halus, santan, gula dan garam. Aduk rata masak dengan api sedang hingga mengental.
    Tambahkan vanili bubuk, aduk terus sampai kalis dan bisa dipulung. Angkat.
    Ambil 1-2 sdm adonan, bentuk bulat lalu pipihkan. Lakukan sampai adonan habis.
    Panaskan minyak dalam wajan. celupkan bulatan ubi dalam bahan pencelup.
    Goreng hingga kedua sisi kulitnya berwarna kecoklatan. Angkat, tiriskan.

    Selamat mencoba.....


    Saturday, June 14, 2014

    IDFB CHALLENGE#15. LOMIE KANGKUNG



    Setelah beberapa bulan libur akhirnya idfb mengadakan challenge lagi. Idfb Challenge #15 kali ini bertemakan Kuliner Peranakan, kuliner peranakan adalah makanan yang merupakan percampuran antara kebudayaan dua bangsa. Seperti masakan indonesia yang dipengaruhi budaya tionghoa atau dipengaruhi budaya barat.



    Banyak sekali makanan, camilan atau minuman di Indonesia yang dipengaruhi kebudayaan bangsa lain, apalagi kebudayaan tionghoa. Walaupun namanya sama tapi setiap daerah memiliki rasa yang berbeda, disesuaikan dengan selera masyarakat setempat. Contohnya seperti makanan yang disebut lunpia (di Jawa Tengah sering disebut lumpia) bisa menjadi sangat bervariasi. Lumpia semarang bahan utamanya rebung, rasanya manis, dan dimakan dengan saus kental yang rasanya manis, dilengkapi dengan cabai rawit, acar mentimun, dan daun bawang. Lumpia padang bahan utamanya bengkuang. Kulitnya diulas cabai giling dan dilapisi daun selada. Lumpia jakarta bahan utamanya bengkuang, tidak manis, dan dimakan dengan bumbu kacang yang diberi cuka.

    Ada juga bacang, bacang di Jawa Tengah dibuat dari ketan. Isi dagingnya agak manis karena banyak memakai kecap manis. Bacang Jawa Barat umumnya dibuat dari beras dan diberi isian dua atau tiga buah cabai rawit utuh. Bahkan ada pula bacang isi tahu dan bacang isi oncom. Bacang Jawa Tengah maupun Jawa Barat dibungkus dengan daun bambu. Namun bacang Sumatera Barat dibungkus dengan daun pandan besar. Bahannya ketan dan isinya tidak semanis bacang Jawa. Dan masih banyak contoh makanan peranakan lainnya seperti ronde, kue keranjang, ikan bandeng yang dibuat berbagai masakan, opor, capcay dan camilan seperti siomay, bakpia dan pia.
    (Sumber :Intisari)



    Untuk challenge idfb kali ini saya membuat hidangan yang berbahan dasar mie,  yaitu lomie. Lomi atau lomie, yaitu mi berkuah kental buatan Cina Peranakan di Bogor rasanya mirip mi tite di Semarang, atau mie lendir yang ada di Batam, dan mungkin sekali cikal bakal mi kangkung. Lomi Bogor berbeda dengan lomi Pekalongan yang memakai didih (darah ayam) dan bumbu lo/ngohiong yang lebih "berani". Berbeda pula dengan lomi karet, yaitu lomi dari kawasan Karet di Jakarta yang lebih “totok”.

     Lomie yaitu mie yang dihidangkan dengan kuah yang memiliki ciri khas kental, manis, asam, beraroma seafood dan diberi sayuran hijau seperti kangkung atau sawi hijau yang menggoda selera.  Begitu juga dengan isinya,  ada irisan aneka ragam seafood seperti cumi dan udang, potongan daging ayam, bakso, ceker dan pangsit dengan bumbu yang memiliki cita rasa gurih karena penambahan ebi. Lomie kurang lengkap apabila tidak disajikan dengan sambal merah, perasan jeruk limau dan taburan daun bawang atau bawang goreng. Lomie yang saya buat menggunakan mie ubi ungu homemade, yang resepnya bisa dilihat disini.



    Bahan :
    Mie ubi ungu homemade atau bisa juga menggunakan mie telor basah, rebus sebentar di air mendidih yang diberi sedikit minyak.
    2 ikat kangkung, siangi, rebus sebentar sajah

    Bahan kuah ayam :
    1 buah bawang bombay, iris-iris
    2 butir bawang putih cincang
    1 fillet dada ayam potong kotak
    100 gram udang, kupas kulit, iris bagian punggungnya dan sisakan ekornya.
    1 sdm ebi, haluskan kasar
    10 buah bakso sapi
    750 ml air
    2 sdm tepung tapioka dilarutkan dalam sedikit air
    Minyak untuk menumis
     
    Bumbu-bumbu :
    2 sdm kecap asin
    3 sdm kecap manis
    2 sdm saus tiram
    1 sdt minyak wijen
    1 sdt garam
    1/2 sdt merica bubuk
    1 sdt gula pasir
    kaldu bubuk secukupnya (optimal)

    Bahan pelengkap :
    sambal merah
    jeruk limau
    irisan daun bawang (saya nggak pake)
    bawang goreng

    Cara Membuat :
    Tumis bawang putih dan bawang bombay sampai harum.
    Masukkan daging ayam, udang dan ebi, tumis sampai ayam dan udang berubah warna.
    Tambahkan air, bakso dan masukan semua bumbu. Biarkan sampai mendidih.
    Setelah rasanya pas, beri larutan tapioka. Biarkan sampai mengental. Angkat.
    Siapkan mangkuk beri mie dan kangkung, siram dengan kuah ayam.
    Beri taburan daun bawang/bawang goreng.
    Sajikan dengan perasan jeruk limau dan sambel merah.

    IDFB Challenge#15 : Kuliner Peranakan ini bisa dilihat di website indonesian foodblogger.com



    Friday, June 13, 2014

    MIE UBI UNGU HOMEMADE



    Assalamualaikum wr.wb.
    Ini adalah postingan pertama di bulan Juli, telat banget yaa... Dan sebenarnya mie ubi ungu ini buatnya sudah sangat lama sekitar 3 minggu yang lalu. Beberapa minggu lalu saya memang sedikit sibuk, lebih tepatnya sok sibuk kali yaaa hehee... Dimulai dari pentas tari dan beberapa lomba yang diikuti kaka Kay, setelah itu gladiresik dan persiapan kostum untuk acara perpisahan sekolah. Padahal saya juga sedang dikejar- kejar deadline, belum lagi dapet kabar kalau tante yang di Bogor mau datang ke Bali, dan sudah jadi kewajiban menjadi tour guide kalau ada keluarga yang datang. Akhirnya bisa juga menikmati liburan selama 3 hari sambil ketar-ketir dan bingung  bisa gak yaa kerjaan saya ini selesai tepat waktu.  Alhamdulillah semua selesai tepat waktu dan sekarang saya bisa bernapas lega, amin. Loh kok jadi curhat yaa? kecolongan deh, lanjut ngomongin mie aja yaa hehee...

    Buat mie hijau dari daun sawi sudah pernah, mie merah dari bit  juga sudah dan karena punya stok ubi ungu jadi pengen juga buat mie ungu. Kebetulan juga sudah lama nggak bikin mie homemade. Menurut saya tekstur mie ubi ungu ini lebih kenyal dari mie-mie yang sebelumnya saya buat, waktu merebusnya juga cukup sebentar dan warnanya pun cantik. 



    MIE UBI UNGU HOMEMADE

    Bahan-bahan :
    200 gr ubi ungu kukus
    300 gr tepung terigu protein tinggi
    50 gr tepung beras
    50 gr tepung tapioka
    1 sdt garam
    2 butir telur
    50 gr tepung sagu untuk taburan

    Cara membuat :
    Campur semua bahan mie, aduk sampai kalis. Bisa juga masukan semua bahan ke dalam wadah bread maker, setel pilihan pasta tunggu sampai 15 menit adonan menjadi kalis.
    Giling adonan menggunakan pasta maker sambil ditaburi tepung sagu supaya tidak lengket.
    Setelah adonan tipis dan mulus, giling dengan pemotong mie sambil ditabur tepung sagu.
    Mie ubi ungu siap digunakan.

    Cara menyimpan mie :
    Timbang mie per 100 gram, sambil ditaburi sagu lalu gulung mie dan susun dalam wadah, lakukan sampai habis. Tutup rapat wadah mie, simpan dalam kulkas.



    Selamat mencoba..... ^^


    Thursday, May 29, 2014

    DONAT UBI UNGU



    Donat ubi ungu ini dibuat beberapa hari yang lalu, baru sempat saya posting karena akhir-akhir ini conecting internet sangat lambat dan laptop saya masih dalam perbaikan. Alhamdulillah nya saya dapet pinjeman laptop dari mertua, jadi masih bisa entry resep dikit-dikit.

    Hampir semua resep donat sudah pernah saya buat, seperti donat kentang, donat labu kuning, donat tape dan donat ala jco. Untuk donat ubi ungu, ini kali kedua saya buat donat ini. Yang pertama saya buat memakai resep dari blognya mba Hesti, bisa dilihat disini. Sedangkan untuk donat ubi ungu ini saya menggunakan resep donat kentang ncc. Untuk bahan yang lain tidak ada yang saya ganti atau rubah jumlahnya, saya hanya mengganti kentang dengan ubi ungu saja.



    Setelah donat dibentuk dan  digoreng, donat bisa dihias sesuai selera. Kemarin donatnya saya hias menggunakan coklat leleh yang ditaburi sprinkel warna-warni, coklat meses dan coco crunch. Semua serba coklat karena sesuai permintaannya anak-anak. Bisa juga donat diberi olesan selai, parutan keju cheddar dan taburan kacang tanah atau kacang almond yang sebelumnya disangrai



    DONAT UBI UNGU

    Bahan-bahan :
    500 gr tepung terigu protein tinggi
    200 gr ubi ungu kukus, haluskan dan dinginkan
    50 gr susu bubuk
    11 gr ragi instant
    100 gr gula pasir
    4 butir kuning telur
    100 ml air dingin
    75 gr mentega
    1/2 sdt garam
    Cara membuat :
    1. Dalam wadah campur tepung terigu, susu bubuk, ragi instant dan gula pasir aduk rata. Tambahkan ubi ungu dan kuning telur aduk rata, tambahkan air sedikit demi sedikit sampai rata dan setengah kalis.
    2. Tambahkan mentega dan garam, uleni terus sampai kalis elastis.  Diamkan sekitar 15 -30 menit sampai adonan mengembang 2 kali lipat.
    3. Bagi adonan masing-masing 50 gram, bulatkan dan beri lubang. Istirahatkan sekitar 20 menit sampai mengembang.
    4. Goreng donat sampai kuning kecoklatan. Angkat, tiriskan.
    5. Taburi dengan gula donat atau hias sesuai selera.

     

    Kalau buat saya yang jadi favorit tetep donat dengan taburan gula halus yang ditambah sedikit cinnamon bubuk. Dimakan hangat, hmm... berasa banget empuknya.